RMOL. Partai Demokrat tidak akan mengajak partai lain masuk dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Tapi kalau ada partai yang ingin bergabung, termasuk PDI Perjuangan, Partai Demokrat akan menyambut dengan tangan terbuka.
"Kita tidak merangkul. Tetapi kalau ada orang yang masuk, bilang 'Assalamu’alaikum,' kita akan jawab, 'Waalaikum salam warahmatullahi wabaakatuh.' Jawabannya lebih panjang. Membuka pintu. Kami hargai aspirasi orang. Tapi kalau ada orang yang mendekat, kita sambut," ujar Ahmad Mubarok
Meski begitu, dia tidak bisa memastikan, apakah kader PDI Perjuangan akan menghiasi Kabinet Indonesia Bersatu II jika Presiden melakukan reshuffle. Namun, dia mengakui, komunikasi Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan kian terjalin.
"Tetapi komunikasi (Partai Demokrat) dengan PDIP, dengan Bu Mega, semakin baik terutama dengan kader muda," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu kepada wartawan di sela-sela acara perayaan HUT ke 9 Partai Demokrat di Istora Senayan, Jakarta (Minggu, 17/10).
"Karena bagaimanapun PDIP agak tergetar ketika Demokrat memilih Anas Urbaningrum (sebagai) Ketua Umum. Itu Anas yang muda. Kader-kader muda di PDIP rindu sekali orang muda yang muncul tetapi mereka tidak bisa. Oleh karena itu kader muda PDI sering menjalin komunikasi," tambahnya.
[zul]