Berita

SBY/ist

TES CPNS KEMENDAG

Sekjen Kemendag Mohon Maaf Pada Presiden

SABTU, 16 OKTOBER 2010 | 22:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemuatan judul lagu yang diciptakan presiden SBY dalam soal ujian CPNS Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu tidak memiliki niat macam-macam.

Pemuatan ini murni untuk mengetahui pengetahuan umum peserta CPNS mengenai sosok presiden.

Demikian dikatakan Sekjen Kementrian Perdagangan (Kemendag) Andriyansyah Parman kepada wartawan di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2010 di PRJ Kemayoran Hall D, Jakarta, Sabtu petang (16/10).


Namun begitu, sebagai penanggungjawab pelaksanaan CPNS, pihaknya menyampaikan permohonan maaf karena hal tersebut telah menimbulkan beraneka ragam persepsi di masyarakat luas.

"Kami sebagai penanggungjawab menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak dan utamanya kepada masyarakat karena pertanyaan itu sudah tidak pas," jelasnya.

Pemuatan pertanyaan apa judul lagu yang diciptakan oleh Presiden SBY dalam lembar pertanyaan pilihan itu diakui Sekjen Kemendag dibuat tanpa sepengetahuan presiden SBY.

"Karenanya kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada presiden SBY atas kekeliruan yang telah kami perbuat," tambahnya.

Saat ini, Sekjen Kemendag telah mengambil langkah-langkah di internal termasuk mengklarifikasi kepada panitia pelaksana ujian CPNS.

Kedepan pihaknya berjanji jika kejadian seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi.

"Kami akan melakukan koreksi dan pembenahan intenal. Kami akan lakukan koreksi untuk memperbaiki kekuarangan-kekurangan tentunya dengan semangat perbaikan," pungkasnya. [arp]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya