Berita

Bisnis

Transaksi Trade Expo Menurun Dibanding Tahun Lalu

SABTU, 16 OKTOBER 2010 | 22:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Hari keempat Trade Expo Indonesia (TEI) 2010 yang diselenggaran oleh Kementrian Perdagangan (Kemendag) di PRJ Kemayoran Hall D, Jakarta, masih ramai dikunjungi para buyer (pembeli) dari berbagai negara.

Di sela-sela Ekspo, Sekjen Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman menyampaikan, hingga hari ketiga tercatat setidaknya sebanyak 6364 buyer yang berkunjung. Dari jumlah tersebut 4555 orang (71.57%) pengunjung expo berasal dari kalangan emerging market dari berbagai negara.

"Jumlah buyer terbesar dari negara nontradisional berasal dari UEA sebanyak 161 orang, kemudian disusul India 144 orang dan Malaysia 135 orang. Sementara buyer dari negara tradisional terbesar berasal dari Australia sebanyak 247 orang, Singapura 193 orang dan Jepang 192 orang," jelas Ardi, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Kemayoran Hall D,Jakarta, Sabtu petang (16/10).


Perlu diketahui, TEI merupakan agenda promosi internasional tahunan yang dilaksanakan Kemendag dengan tujuan menyajikan dan mengangkat keunggulan produk-produk dalam negeri di pasar internasional.

"Ada tiga produk yang paling diminati dalam expo kali ini, yakni furniture sebesar 26.16%, suku cadang 15.82% serta perajinan 10.42%," ujar Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini.

Dari berbagai stand yang ada di expo, stand BNP2TKI mendapatkan transaksi terbesar dalam TEI kali ini. Sampai hari ini nilai remitansi yang diperoleh BNP2TKI mencapai 143,9 juta dolar AS.

Direktur Promosi BNP2TKI Endang Sulistianingsih menuturkan, hari pertama stand BNP2TKI mencatat nilai transaksi sebesar 51 juta juta dolar AS. Di hari kedua 7.8 juta juta dolar AS dan hari ketiga 81.6 juta juta dolar AS.

"Angka persisnya sampai jam dua siang yang sempat kami rekab perkiraan remitansinya sejumlah 143,9 juta dolar AS dengan permintaan 21 ribu tenaga kerja propesional," pungkasnya.
 
Di hari ketiga expo, panitia penyelenggara expo Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) mencatat, setidaknya telah terjadi transaksi dagang sebesar 126,8 juta dolar AS. Transaksi terbesar masih dilakukan oleh buyer dari Nigeria (5.77%), Saudi Arabia (3.78%), kemudian Australia (3.72%).

"Transaksi tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan transaksi tahun lalu. Tahun lalu mencapai 129,8 juta dolar AS," jelas Hesti. [arp]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya