Berita

sby/ist

Ramadhan: Kita Akan Lihat, SBY, Boediono atau Rizal Ramli yang Akan Didengar Rakyat

RABU, 13 OKTOBER 2010 | 22:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Konsolidasi penggulinggan rezim SBY-Boediono yang digalang oleh beberapa tokoh seprto Rizal Ramli dan Din Syamsuddin dianggap tidak akan berhasil. Ini karena tidak ada pola yang sistematis dan terorganisir dalam setiap aktivitas.

"Saya kira itu bukan gerakan. Kalau gerakan itu condong ada upaya sistematis terorganisir yang kuat. Ini tidak, ini cuma segelintir orang saja. Biasa saja," ujar Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (13/10).

Kalaupun di situ melibatkan tokoh-tokoh seperti Rizal Ramli dan Din Samsuddin, lanjut Ramadhan, hanya untuk memanipulasi suara rakyat.


"Dalam arti mereka cuma beberapa gelintir saja lalu mengatasnamakan suara rakyat. Entar dulu, jangan-jangan mereka pemilu saja tidak ikut. Itu yang pertama," lanjut anggota Komisi I DPR tersebut.

Yang kedua, masih menurut Ramadhan, mereka bukan rakyat. Kalau rakyat, itu tahu akan posisinya dan konstitusionalnya.

"Dan ketiga, orang-orang seperti RR (Rizal Ramli) dan kawan-kawan itu hanya mimpi di siang bolong saja," imbuhnya.

"Saran saya, perkuat diri saja dulu. Bikin partai politik rebut hati rakyat dan bertarung di pemilu. Buktikan yang mana yang didengar oleh rakyat. RR-kah, SBY-kah atau Boediono. Itu lebih fair," lanjutnya.[arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya