Berita

CALON KAPOLRI

Trimedya Panjaitan: Susno Berhasil Berantas Preman, Timur Berhasil Dekati Cikeas

RABU, 13 OKTOBER 2010 | 15:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengajuan nama Komjen Timur Pradopo sebagai calon Kapolri dinilai hanya karena faktor kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena, sebagaimana dibeberkan anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan, Komjen Timur Pradopo tidak memiliki prestasi yang luar biasa.

"Waktu di Banten tidak ada yang luar biasa. Waktu di Jawa Barat juga tidak ada yang luar biasa. Yang luar biasa mungkin karena kedekatakan beliau dengan Cikeas saja," ujar Trimedya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Rabu, 13/10).

Hal ini berbeda dengan prestasi Komjen Susno Duadji. Mantan Kabareskrim itu berhasil menyikat preman-preman yang ada di bumi Parahiyangan saat menjabat Kapolda Jawa Barat. Makanya, dia heran kenapa Komjen Timur yang tidak memiliki prestasi di Jawa Barat dipindahkan ke DKI Jakarta.
 

 
"Malah, aneh kemudian dia dipromosikan jadi Kapolda Metro," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk jadi Kapolda Metro Jaya, pasti ada rekomendasi, minimal secara lisan, dari Presiden, pada era siapa pun. Karena DKI Jakarta merupakan ibukota negara. Dengan dipindahkan ke DKI Jakarta itulah, politisi PDI Perjuangan ini yakin Komjen Timur Pradopo punya kedekatan dengan SBY.

"Dalam posisi itu tidak mungkin kalau tidak punya kedekatan (dengan SBY). Termasuk Pak Sutarman (Kapolda DKI Jakarta) ini yang menggantikan dia (Komjen Timur). Kalau dia tidak dipercaya sama Istana, tidak mungkin jadi Kapolda Metro," tandasnya.

Bila dibandingkan Komjen Nanan Sukarna, Komjen Timur juga tidak ada apa-apanya.

"Kalau kita lihat Timur-Nanan kontradiktif. Nanan prestasinya di Kalbar menonjol, tapi anjlok waktu di Sumut. Kalau Timur ini datar-datar saja, tidak ada prestasi yang menonjol, tidak ada prestasi yang buruk," tambahnya.

Meski demikian, dia menilai kemungkinan ada penilaian lain kenapa SBY mengajukan Komjen Timur, selain soal kedekatan. "Kalau orang di Akpol itu, kan ada soal intelejensia, soal loyalitas, dan fisiklah. Mungkin karena itu dia dipilih," tandasnya.  [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya