Berita

KAU: Kacau, Pemerintah Cuma Gali Tutup Lubang dengan Utang

KAMIS, 07 OKTOBER 2010 | 14:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah SBY tidak memiliki komitmen yang jelas dan kuat untuk menghapus utang negara. Justru sebaliknya, pemerintah malah terkesan membuat utang-utang baru.

Demikian disampaikan oleh Ketua Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu saat mengomentari utang pemerintah Indonesian sampai periode Januari-September 2010 yang tercatat sebesar Rp 1.653,59 triliun.

"Pemerintah masih memakai paradigma utang untuk pembangunan. Penyerapan pinjaman-pinjaman baru tidak jelas. Kacaunya, pemerintah hanya menggunakan utang baru untuk menutupi atau membayar utang-utang lama. Itu hanya untuk membayar cicilan dan bunga pokok hutang lama. Resiko pembayaran utang tahun ini saja sebesar 237 triliun," jelasnya.


Dani membuktikan, saat ini masih ada US$ 16 miliar utang yang belum dicairkan pemerintah dari negara-negara atau lembaga pemberi pinjaman.

"Pemerintah harus berani melakukan moratorium utang baru. Lakukan negosiasi dengan kreditor. Sebab jika tidak, jika siklus utang untuk utang terus dipelihara, saya kira lima tahun kedepan ekonomi kita akan collapse. Rakyat semakin miskin, proteksi rakyat semakin tidak ada," pungkasnya. [wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya