Berita

Boediono Dituding Terlibat Criminal Policy Pajak Bank Mandiri

SENIN, 04 OKTOBER 2010 | 18:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Presiden Boediono diminta mengklarifikasi keterlibatan dirinya dalam kasus "Big Fish" yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp 2,5 triliun.  

Demikian dikatakan Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia, Sasmito Hadinagoro kepada wartawan di kawasan Tandean, Jakarta Selatan, Senin siang (4/10).

Kasus "Big Fish" ini, jelas Sasmito, terjadi pada tahun 2002 menjelang go public Bank Mandiri hasil merger sejumlah bank collapse.


Bank plat merah itu harusnya dikenai kewajiban membayar pajak sebesar Rp 2,2 triliun kepada negara. Anehnya, kewajiban tersebut malah dihapuskan.

Boediono berperan besar ketika kasus ini terjadi. Karena dialah Menteri Keuangan ketika itu yang penambahan pasal 4A dalam Keputusan Menteri Keuangan yang dikeluarkan pada 14 Mei 2003. Pasal itu mengatur penggunaan nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan atau pemekaran usaha.

Keputusan Boediono menyisipkan pasal 4A itu, sebutnya lagi dalam jumpa pers, patut diduga merupakan criminal policy yang dilakukan pejabat publik.   

Tidak hanya itu. Negara kembali dirugikan lewat proses restitusi atau lebih bayar pajak sebesar Rp 363 miliar. Dengan demikian, dalam kasus ini Boediono patut diduga melenyapkan penerimaan negara sebesar Rp 2,5 triliun. [arp]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya