Berita

sri mulyani.net

Todung Cs Dinilai Berontak pada SBY karena Korbankan Sri Mulyani

SENIN, 04 OKTOBER 2010 | 09:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Berbagai spekulasi terus merebak pasca situs www.srimulyani.net diluncurkan Todung Mulya Lubis dan kawan-kawan pada Kamis petang lalu di Jakarta.

Di mata pengamat politik dari The Indonesian Institute, Abdul Rohim Ghazali, ada dua kemungkinan dibalik peluncuran situs tersebut. Pertama, sebut Rohim, hal ini merupakan bentuk pemberontakan pendukung Sri Mulyani kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena telah mengorbankan Sri Mulyani dari kursi menteri keuangan.

"Karena orang-orang ini meyakini bahwa dalam (kasus) Bank Century sendiri, Sri Mulyani menjadi bagian dari kekuasaan Presiden SBY yang seharusnya ikut bertanggung jawab. Tetapi kemudian, Sri Mulyani yang dikorbankan. Menurut orang-orang ini, Sri Mulyani korban politik," ujar Rohim kepada Rakyat Merdeka Online.


Kemungkinan kedua, lanjut Rohim, memunculkan nama Sri Mulyani memiliki kepentingan politik untuk pemilihan presiden 2014 mendatang. Menurutnya, sesuatu yang aneh, bila tiba-tiba nama Sri Mulyani muncul tanpa ada kepentingan politik di belakangnya.

"Menurut saya, memunculkan nama Sri Mulyani ini persis sama dulu dengan SBY yang dikorbankan oleh Megawati. Spekulasi politiknya barang kali nasib Sri Mulyani sama dengan SBY, dikorbankan, disudutkan, lalu bisa jadi presiden," demikian Rohim.

Todung Mulya Lubis sendiri, pada saat peluncuran, membantah ada muatan politik dibalik peluncuran situs itu. Todung mengatakan situs ini adalah bagian dari kampanye perlunya penjagaan etika publik di tengah masyarakat yang kian langka. Sri Mulyani dinilai layak jadi ikon karena tidak mau berselingkuh dengan kekuasaan dan penguasa karena integritas. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya