Berita

Kiara: Pengadilan Perikanan Baru Harus Tegas Tindak Pelaku Ilegal Logging

JUMAT, 01 OKTOBER 2010 | 11:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Penempatan dua pengadilan perikanan baru di PN Tanjung Pinang dan Natuna, Kepulauan Riau, dipandang sudah tepat.

Hal ini mengingat dua wilayah tersebut cukup aktif berhadapan dengan kasus pencurian ikan, terutama dilakukan oleh kapal asing. Namun, menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), M Riza Damanik, penambahan jumlah pengadilan perikanan harus pula diikuti oleh peningkatan kapasitas, profesionalisme dan kesejahteraan bagi hakim ad hoc perikanan.

"Saat ini kita tahui, sejak diselenggarakan tidak satu pun putusan pengadilan perikanan yang mampu memberikan sanksi hukum kepada pemilik kapal atau industri. Baru sebatas anak buah kapal (ABK) atau operator lapangan saja," papar Riza kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta, Jumat (1/10) mengomentari peresmian pengadilan perikanan oleh Mahkamah Agung di Kepulauan Riau.


Padahal UU Perikanan memberikan sanksi berat kepada pemilik kapal yang melakukan tindak pidana perikanan. Terkait kesejahteraan hakim ad hoc perikanan memang perlu mendapat perhatian serius dengan memberikan insentif sesuai aturan yang telah dibuat. Ini penting untuk menghindari hakim bermain dengan  pemilik kapal.

Hal lain yang menurutnya perlu dicermati pula, bagaimana menempatkan pengadilan sebagai ujung dari penegakan hukum perikanan. Karena itu sejak proses perizinan  dan pengawasan di laut baik yang dilakukan oleh PPNS, pihak kepolisian, dan Angkatan Laut menjadi penting. [wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya