Berita

DENSUS 88

Operasi Korps Burung Hantu di Medan Ilegal

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2010 | 11:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Operasi penggerebekan kelompok rampok Medan oleh Detasemen Khusus 88 di Sumatera Utara dapat dipermasalahkan secara hukum. Komisi III DPR diminta memanggil pimpinan Polri dan Densus 88 untuk menjelaskan legalitas operasi itu.

Demikian dikatakan aktivis Islam, Fauzan Al Anshari, saat berdialog dengan Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 23/9).

Alasannya mengatakan operasi di Sumut bermasalah tak lain karena detasemen berlambang burung hantu itu secara struktural tidak ada lagi ditemukan di kepolisian daerah (Polda). Hal itu sesuai Perpres 52/2010 yang sudah diberlakukan.


Densus, menurut Perpres itu, ditarik ke Mabes Polri dan bertransformasi menjadi sebuah korps layaknya Brigade Mobile (Brimob). Sedangkan, di Polda hanya ada crisis respond team alias CRT.

"Kan sudah diganti CRT, kenapa yang turun ke Medan ada Densus, maka itu bisa dibilang opearasi ilegal. Densus 88 terlalu berani dan tindakan ilegal itu bisa diminta pertanggung jawaban oleh Komisi III," jelasnya.

Fauzan juga mempermasalahkan kehadiran seorang Jenderal bintang tiga yang dikabarkan terlibat dalam rangkaian operasi di Medan, Sumut. Padahal, Komjen tersebut sehari-hari bertugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

"Mengapa ada Gories Mere di sana. Kan dia Kalakhar BNN," ujar orang dekat Baasyir dengan nada tanya.

Fauzan bahkan memperkirakan apa yang dilakukan Densus di Medan telah mencoreng wibawa kepolisian alias pembusukan dari dalam.

"Densus 88 membusukkan dari dalam, kasihan Kapolri. Dari segi hukum operasi itu ilegal dan terjadi pembusukan dari dalam. Kapolri sekarang atau yang baru bisa diminta pertanggung jawaban oleh DPR. Tergantung Komisi III DPR," tukasnya.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya