Berita

Inilah Alasan Mengapa BHD Patut Dipuji

SABTU, 18 SEPTEMBER 2010 | 11:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Di tengah dahsyatnya badai yang menerpa Kepolisian selama kepemimpinan Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD), contohnya perkara makelar kasus hingga rekening bombastis para perwira tinggi Mabes Polri, ada juga pujian yang dialamatkan ke BHD.

"Menilai BHD, saya agak berbeda dengan kebanyakan orang," ujar Irjen (Purn) Farouk Muhammad di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (18/9).

Farouk menilai, BHD adalah satu-satunya Kapolri yang mampu memimpin dengan baik di tengah situasi abnormal.


"Saya mencoba melihat dari berbagai tantangan dan hambatan, dan dia adalah satu-satunya Kapolri dengan berbagai hambatan dan tetap tegar," ujarnya.

Kelebihan utama jenderal dari angkatan 1974 ini, menurut Farouk, kemampuan dalam mengambil keputusan cepat dan tepat. Ia ambil salah satu indikasi, bagaimana ketegasan BHD saat mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang notabene adalah sahabat BHD, membuka aib korupsi dan praktik makelar kasus di dalam Mabes Polri.

"BHD bagus dalam mengambil keputusan cepat dan tepat. Kalau (Susno) tidak dicopot, mungkin kasusnya tidak akan selesai sampai sekarang," singkatnya.

Koordinator Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Usman Hamid, mengamini pernyataan mantan Gubernur PTIK itu.

"Sewaktu BHD menjadi Kabareskrim, kasus pembunuhan Munir mengalami kemajuan besar. Jarang sekali polisi bisa menahan seorang mantan petinggi Kopassus (Muchdi PR), dan BHD melakukannya," tambah Usman.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya