Berita

Tidak Hanya Lima, Hatta Juga Mungkin Digeser

SELASA, 14 SEPTEMBER 2010 | 10:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Hampir dari separuh menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tidak menghasilkan karya nyata untuk rakyat.

Dari jumlah itu, ada lima menteri yang prestasinya paling jeblok, yaitu Menpora Andi Mallarangeng, Menkominfo Tifatul Sembiring (PKS), Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh (Demokrat), Menakertrans Muhaimin Iskandar (PKB), dan Menkumham Patrialis Akbar (PAN).

Hal itu ditegaskan kembali oleh Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsyah, kepada Rakyat Merdeka Online. Iberamsyah sebelumnya sudah mengatakan hal itu sebelum Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mewancanakan reshuffle lima menteri.


"Saya rasa tidak harus lima, mungkin bisa lebih kalau dia (SBY) ingin membentuk kabinet profesional, bisa lebih dari lima (yang dicopot)," tegas pemegang gelar profesor politik ini saat dihubungi sesaat lalu (Selasa, 14/9).

Ia menyebutkan, para menteri yang bertugas di wilayah perekonomian di bawah koordinasi Hatta Rajasa, tidak membawa kemajuan apa-apa selama satu tahun terakhir. Indikasinya, menurut Iberamsyah, dapat dilihat dalam kehidupan riil sehari-hari rakyat banyak yang semakin sulit.

"Pak Hatta sendiri itu kan orang pertambangan. Dia jadi Menko itu kan karena dekat dengan SBY saja," jelasnya.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok pun mengatakan hal tak jauh beda, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (12/9). Ia mengatakan ada lima menteri yang kemungkinan akan diganti.

Namun, Mubarok belum bersedia menyebutkan siapa saja kelima menteri itu yang akan dicopot. Tapi, sesuai kebiasan, SBY tidak pernah tawan-menawar untuk mengganti menteri yang memang kurang bisa bekerja.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya