RMOL. Bursa calon Kapolri semakin hangat setelah Kapolri Jenderal Bambang Hendarsi Danuri mengatakan telah menyiapkan dua nama untuk dikirimkan ke Presiden SBY. Tadi malam pun, SBY menyatakan rencananya mengajukan calon Kapolri ke DPR secepat mungkin setelah libur Lebaran.
Dari beberapa nama yang dikabarkan sebagai calon kuat pengganti BHD, nama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Irjen Imam Sudjarwo mendapat sorotan khusus dari Indonesia Police Watch (IPW).
Menurut Ketua Presidium IPW, Neta Pane, Imam Sudjarwo tidak layak dicalonkan untuk menggantikan kekosongan jabatan yang satu bulan lagi akan ditinggalkan Jenderal BHD.
"Imam Sudjarwo ini kan baru sekali jadi Kapolda, itu pun di Bangka Belitung. Seharusnya dia juga punya pengalaman di beberapa daerah lain, terutama di Pulau Jawa, dengan demikian lebih matang," ucap Neta Pane menjelaskan alasan IPW menolak Imam.
"Imam juga angkatan 80 di Akpol, dan ada empat generasi di kepolisian yang dilompatinya 75, 76, 77, 78," imbuh Neta.
Neta mengatakan, seorang Kapolri selain mesti memiliki kemampuan menjalankan roda organisasi, ia juga bertugas melakukan fungsi kontrol.
"Kalau tidak punya pengalaman kayak Imam Sudjarwo, bagaimana jalankan fungsi kontrol?" ujarnya.
Neta menyarankan, Imam tidak usah diajukan ke Presiden.
"Kalau nanti yang diajukan Imam, saya pikir akan kacau karena akan ada perlawanan dari internal kepolisian. Kita tak punya sentimen apapun terhadap Imam, ini hanya masukan saja," tandasnya.
[ald]