RMOL. Jakarta Consensus yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan menjawab persoalan kesejahteraan rakyat kalau SBYtidak memiliki keberanian menendang kekuatan kapitalisme asing keluar dari Indonesia.
"Kita sudah punya jalan sendiri di konstitusi, ekonomi sesuai konstitusi dan Pancasila, jadi tidak usah lagi berwacana," ujar Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, saat berdialog dengan Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.
Syahganda mengatakan, selama ini reformasi sudah berjalan 12 tahun, dan 6 tahun di antaranya sudah dipegang oleh rejim SBY namun tidak ada perubahan apa-apa dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, pengurangan kemiskinan, pembukaan lapangan pekerjaan, pemberantasan kejahatan korupsi dan reformasi institusi hukum.
"Contohnya, orang-orang yang masih mengutang dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, apa itu mesti pakai konsensus juga? Berani tidak SBY panggil saja mereka, suruh bayar utang," tegasnya.
Belum lagi, Syahganda menyebut perkara dana talangan Bank Century dan kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan para pejabat tinggi negara di pusat pemerintahan, tidak kunjung selesai hingga kini karena tidak ada kemauan politik kuat dari Presiden untuk mempercepat penuntasannya.
Mantan Direktur Eksekutif CIDES ini menjelaskan, gagasan Jakarta Consensus tidak lebih dari sekadar wacana kosong bertujuan mengalihkan perhatian publik dari masalah sebenarnya bangsa ini, yaitu merajalelanya intervensi kapitalisme asing melalui peraturan perundangan.
"Orang Islam merasa ada sosialisme Islamisme, Nasionalis ada nasionalis sosialisme, dan dari itu semua tidak ada yang sama dengan kapitalisme. Kapitalisme itu produk asing yang masuk bersama post kolonialisme. Mereka ingin mencengkeram terus negeri ini melalui bantuan asing, WTO, Bank Dunia, dan IMF," tandas Syahganda.
Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewacanakan "The Jakarta Concensus" yang isinya cita-cita Indonesia jadi kiblat ekonomi dunia seperti halnya Washington Concensus dan Beijing Concensus.
"Kita mengenal Washington Concensus yang berprinsip market kapitalis dan juga Beijing Concensus yang prinsipnya state kapitalis. Lantas Indonesia kemana?" kata SBY dalam agenda buka puasa bersama di kediaman pribadi Presiden Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (5/9).
[ald]