Berita

JAKARTA CONSENSUS

BLBI Saja Belum Beres, SBY Tidak Usah Bicara Jakarta Consensus

KAMIS, 09 SEPTEMBER 2010 | 09:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Jakarta Consensus yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan menjawab persoalan kesejahteraan rakyat kalau SBYtidak memiliki keberanian menendang kekuatan kapitalisme asing keluar dari Indonesia.

"Kita sudah punya jalan sendiri di konstitusi, ekonomi sesuai konstitusi dan Pancasila, jadi tidak usah lagi berwacana," ujar Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, saat berdialog dengan Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.

Syahganda mengatakan, selama ini reformasi sudah berjalan 12 tahun, dan 6 tahun di antaranya sudah dipegang oleh rejim SBY namun tidak ada perubahan apa-apa dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, pengurangan kemiskinan, pembukaan lapangan pekerjaan, pemberantasan kejahatan korupsi dan reformasi institusi hukum.


"Contohnya, orang-orang yang masih mengutang dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, apa itu mesti pakai konsensus juga? Berani tidak SBY panggil saja mereka, suruh bayar utang," tegasnya.

Belum lagi, Syahganda menyebut perkara dana talangan Bank Century dan kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan para pejabat tinggi negara di pusat pemerintahan, tidak kunjung selesai hingga kini karena tidak ada kemauan politik kuat dari Presiden untuk mempercepat penuntasannya.

Mantan Direktur Eksekutif CIDES ini menjelaskan, gagasan Jakarta Consensus tidak lebih dari sekadar wacana kosong bertujuan mengalihkan perhatian publik dari masalah sebenarnya bangsa ini, yaitu merajalelanya intervensi kapitalisme asing melalui peraturan perundangan.

"Orang Islam merasa ada sosialisme Islamisme, Nasionalis ada nasionalis sosialisme, dan dari itu semua tidak ada yang sama dengan kapitalisme. Kapitalisme itu produk asing yang masuk bersama post kolonialisme. Mereka ingin mencengkeram terus negeri ini melalui bantuan asing, WTO, Bank Dunia, dan IMF," tandas Syahganda.

Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewacanakan "The Jakarta Concensus" yang isinya cita-cita Indonesia jadi kiblat ekonomi dunia seperti halnya Washington Concensus dan Beijing Concensus.

"Kita mengenal Washington Concensus yang berprinsip market kapitalis dan juga Beijing Concensus yang prinsipnya state kapitalis. Lantas Indonesia kemana?" kata SBY dalam agenda buka puasa bersama di kediaman pribadi Presiden Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (5/9).[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya