Berita

Koboi-koboi Merajalela, SBY Tak Terancam?

RABU, 25 AGUSTUS 2010 | 10:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Peran badan intelijen negara harus dikedepankan dalam mengatasi maraknya perampokan bersenjata yang terjadi sporadis di beberapa daerah dalam waktu beberapa pekan terakhir.

Kita boleh bangga, beberapa kali intelijen kita begitu cepat dalam melaporkan hasil temuannya kepada Presiden soal ancaman pembunuhan yang ditujukan pada Presiden Yudhoyono dan jajaran pejabat negara.

Kita teringat, beberapa jam setelah tragedi Bom Mega Kuningan, pada Juli 2009, SBY dengan wajah sangat serius menunjukkan hasil kerja intelijen yang patut diacungi jempol. Hasil jepretan kamera dan dokumen-dokumen rencana pembunuhan terhadap SBY diumbar sendiri oleh Pak Beye ke publik dan membuat publik panik bukan main saat itu.


Terakhir, pada awal Agustus, Presiden Yudhoyono mengaku mendapat ancaman keamanan dari pihak-pihak yang berniat tidak baik dalam kunjungan kerjanya ke Ciwidey, Jawa Barat.

"Saya mendapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan. Ada diantara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey," kata Presiden saat melakukan peninjauan di Sekolah Calon Tamtama Rindam III Siliwangi, Jawa Barat, Sabtu (7/8).

Tak lama setelah SBY menyatakan data intelijen itu, penggerebekan teroris di Jawa Barat berlangsung sukses. Berujung pada penyergapan Ustad Abu Bakar Baasyir di Banjar, Jawa Barat dua hari setelah SBY mengungkapkan ancaman pada dirinya.

Kini, berkali-kali sudah aksi perampokan bersenjata api terjadi di negara ini. Sporadis dan sadis. Ada anak bangsa yang menjadi korban tewas, luka-luka, dan trauma. Senjata api yang digunakan tak main-main, AK-47, M-16, sampai senjata revolver.

Lalu, apa respons Pak Beye? Sejauh mana analisa intelijen kita? Hingga sekarang tampaknya Kepolisian RI dibiarkan sendirian mengatasi persoalan serius ini tanpa dukungan kuat dari Presiden dan institusi keamanan lain. Apa SBY dan badan intelijen negara tidak ikut merasakan kepanikan dan mencekamnya konstelasi keamanan, sebelum ada ancaman pada nyawa Presiden sendiri?

Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) Tubagus Hasanuddin, mengungkapkan rencana komisinya melakukan rapat kerja dengan Badan Intelijen Negara untuk mengurai carut marutnya situasi kemanan belakangan ini.

"Ya, penting sekali peran intelijen untuk mengusut. Ada rencana dalam waktu dekat untuk memanggil BIN tapi saya belum bisa tentukan kapan tepatnya," ujar TB saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu.

TB menuturkan, maraknya perampokan bersenjata akhir-akhir ini bukan persoalan biasa yang harus disikapi dengan cara biasa pula.

"Pasti ada motif politiknya," ujar TB.

Kini, masyarakat masih dijerat ketakutan. Gerombolan perampok sadis bak "koboi-koboi Texas" merajalela di berbagai daerah. Sebaiknya, SBY juga menaruh perhatian mendalam pada kenyataan ini. Rakyat tak nyaman beraktivitas sehari-hari. Saat di keramaian pun selalu merasa diintai aksi perampok bersenjata yang bisa kapan saja terjadi dan menelan korban. Apa Pak SBY tak merasa terancam?[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya