Berita

Publika

Rasa Nasionalisme yang Harus Ditingkatkan

MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 | 20:06 WIB

SELURUH komponen bangsa kini merasakan, saat ini terjadi penurunan kadar nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, bela negara dan militansi kebangsaan di dalam berbagai kehidupan dan lapisan masyarakat. Lemahnya kemampuan bangsa Indonesia untuk berkompetisi, karena tidak memiliki keunggulan kompetitif yang memadai.

Indonesia harus banyak belajar dari beberapa kejadian belakangan ini yang menunjukkan lemahnya posisi tawar sebagai bangsa. Berlarut larutnya proses negosiasi dan diplomasi kasus penangkapan tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau yang ditangkap dan disandera Polisi Malaysia saat menangkap tujuh nelayan Malaysia yang melakukan illegal fishing di Tanjung Berakit wilayah Indonesia pekan lalu, menunjukkan lemahnya posisi tawar bangsa Indonesia. Untuk itu kita perlu melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap proses erosi dan degradasi rasa kebangsaan tersebut.

Indikasi menurunnya nasionalisme itu patut direnungkan bersama, untuk itu seluruh komponen bangsa berkewajiban menggelorakan kembali rasa nasionalisme dengan kerja keras. Karena wawasan nasional sekaligus ketahanan nasional memiliki arti penting dalam melindungi dan mengamankan aset nasional. Apa yang kita rasakan ini seharusnya menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk lebih giat lagi dan bekerja keras, mampu berprestasi agar dapat disejajarkan dengan negara negara berkembang di kawasan Asia Tenggara. Demi masa depan bangsa dan kemakmuran rakyat, sampai kapan pun dan di negara mana pun, faktor ketahanan nasional tidak bisa dipisahkan dari pembangunan nasional.

Harus kita akui bahwa sejak bergulirnya arus reformasi di segala bidang, bangsa Indonesia hingga kini justru semakin tertinggal dan lemah dibandingkan dengan negara negara tetangga. Rasa patriotisme, rela berkorban dan jiwa nasionalisme kini semakin memudar. Ketertinggalan dan memudarnya semangat nasionalisme ini dikarenakan munculnya berbagai gejolak sosial, seperti melambungnya harga-harga, mahalnya biaya pendidikan, meningkatnya jumlah pengangguran, kemiskinan, bencana alam yang bertubi-tubi serta konflik horizontal yang merebak diberbagai daerah serta aksi-aksi terorisme di tanah air. Demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun, maraknya unjuk rasa, semuanya telah menimbulkan frustasi dikalangan masyarakat dan hilangnya optimisme, sehingga yang ada hanya sifat malas, egois dan, emosional serta bertindak nekad tanpa perhitungan matang.

Dihadapkan pada situasi seperti saat ini, diperlukan kesadaran bangsa untuk bangkit mengembalikan semangat dan percaya diri bangsa. Janganlah merasa sebagai bangsa yang besar kalau kita tidak dapat mengatasi persoalan bangsa ini. Jangan bertindak bodoh dengan menyerang Malaysia, tapi sikapi kasus penangkapan petugas DKP oleh Polsisi malaysia, dengan kerja keras membangun negeri ini dengan perekonomian dan pertahanan yang kuat, agar negara tetangga segan dan menghormati kita.

Slamet Subagyo
Kampung Serdang
Kemayoran, Jakarta Pusat
HP. 021-99339288
sbagio@yahoo.com

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya