Berita

Deplu Bantah Tukar Guling dan Tegaskan Nota Protes yang Berdasar

SABTU, 21 AGUSTUS 2010 | 09:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL.Departemen Luar Negeri membantah ada tukar guling tahanan antara Malaysia dengan Indonesia terkait peristiwa penangkapan tujuh nelayan Malaysia oleh Indonesia dan penyanderaan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan oleh polisi Malaysia.

"Sama sekali tidak ada barter dalam kasus ini. langkah pelepasan tujuh nelayan Malaysia dan pembebasan tiga petugas DKP adalah hasil koordinasi antara kedua kementerian luar negeri agar masalah cepat selesai demi mempertahankan hubungan bilateral," terang Jurubicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/8).

Tegasnya lagi, upaya diplomasi untuk melepas tiga WNI adalah prosedur yang dikordinasikan dengan Menlu Malaysia.


"Pembebasan oleh masing-masing pemerintah adalah proses berbeda. Kebetulan waktunya saja yang berdekatan," terangnya.

Selain itu, ia menerangkan bahwa nota protes yang digulirkan Kementerian Luar Negeri Indonesia kepada pemerintah Malaysia secara tegas memastikan bahwa penangkapan oleh polisi Malaysia kepada tiga petugas DKP dilakukan di perairan Indonesia.

"Nota protes ada data koordinat peristiwa berdassr kordinasi dengan TNI AL. Sudah jelas dimana dan itu adalah dasar protes nota protes," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Republik Indonesia resmi telah mengirimkan nota protes kepada pemerintah Malaysia terkait penangkapan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia pekan lalu.

"Nota protes yang kita kirim tidak sembarangan. Kali ini ada alasan kuat untuk melayangkan nota protes dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 18/8).

Menlu mengatakan, nota protes yang diajukan pemerintah Indonesia ini ke pada Malaysia untuk tahun ini bukan yang pertama. Setidaknya, pemerintah Indonesia telah mengirimkan delapan nota protes sepanjang tahun 2010 ini.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya