Berita

SUAP KPK

Antasari Tidak Bersaksi, Anggodo Bebas

RABU, 04 AGUSTUS 2010 | 11:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jakarta, RMOL. Anggodo Widjoyo menuding Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bersungguh-sungguh membuka kasusnya.

Bahkan, salah seorang kuasa hukum Anggodo, Jonggi Simorangkir, menyebut JPU telah berlaku tidak fair terhadap kliennya dalam persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Penetapan status terdakwa Anggodo itu atas laporan BAP Antasari Azhar. Tapi sampai sekarang Antasari-nya belum pernah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Bagaimana mungkin BAP Antasari yang setebal itu, tidak pernah diminta untuk memberi kesaksian," ujar Jonggi kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (4/8).


Menurutnya, JPU telah meng-"anak emas"-kan tersangka lainnya, Ary Muladi. Ary hingga kini tidak ditahan. Padahal, Anggodo bersikeras kalau Ary sudah menerima uang senilai Rp 5 miliar dari Anggodo.

"Di BAP-nya jelas kok kepada siapa saja uang itu dibagi-bagikan. Saya rasa persidangan ini tidak fair", ungkap Jonggi.

Karenanya, Jonggi meminta majelis melakukan pemanggilan paksa terhadap Antasari. Bahkan, majelis hakim wajib mengkonfrontir kesaksian Antasari dengan kesaksian para saksi lainnya, yakni Ary Muladi dan Edi Sumarsono.

“Ini (kasus suap kepada pegawai KPK) biar jelas, hadirkan dong Antasari dan kesaksiannya harus dikonfrontir dengan Ary Muladi dan Edi Sumarsono”, pintanya.

Menurut Jonggi, kalau Antasari tidak bisa dihadirkan dalam persidangan, mau tidak mau, suka tidak suka Anggodo harus segera dibebaskan.

Sebelumnya, persidangan sudah dua kali sidang ditunda karena gagal mendatangkan dan mendengar kesaksian Antasari Azhar di persidangan Tipikor itu. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya