Pertamina Berpotensi Serap Sagu Lokal untuk Pengeboran Sumur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Kamis, 05 November 2026, 14:16 WIB
Pertamina Berpotensi Serap Sagu Lokal untuk Pengeboran Sumur
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji (baju putih) bersama jajaran perwakilan PT Pertamina (Persero). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Pemanfaatan sagu untuk pengeboran sumur minyak berpotensi menyerap hingga 9.000 ton bahan baku jika diterapkan pada 900 sumur dengan kebutuhan sekitar 10 ton per sumur.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, penggunaan sagu dalam proses drilling atau pengeboran telah diuji coba pada dua sumur dan berhasil. 

Ia pun meminta agar pemanfaatannya diperluas untuk memperkuat permintaan terhadap produk sagu nasional.

“Kami meminta kepada Pertamina untuk memperluas penggunaan sagu dalam proses drilling ini,” kata Sarmuji usai audiensi dengan PT Pertamina (Persero) di Kementerian Perindustrian, Kamis, 5 November 2026. 

Menurutnya, potensi kebutuhan tersebut dapat menjadi pasar bagi industri sagu dalam negeri. Kementerian Perindustrian akan menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mengkaji kemungkinan penerapan standar wajib untuk penggunaan sagu dalam proses pengeboran.

“Kalau Pertamina mau misalkan mengebor 900 buah sumur, 900 sumur dikali 10 ton tentu ini sangat bermakna bagi proses peningkatan demand dari tepung sagu itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee A. Suardin menyatakan kesiapan Pertamina untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan pemilik teknologi dan produsen komponen lokal agar kebutuhan industri dapat dipenuhi produk yang tersedia di Indonesia.

“Kami tentunya siap berkolaborasi dengan Pak Menteri dan juga kementerian pemerintah yang lain agar ini bisa terlaksana dengan cepat,” kata Jaffee.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perindustrian berencana menggelar business matching dengan Pertamina Hulu Energi pada Desember 2026. Pertemuan itu akan mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi pasokan sagu, termasuk dari Seram Bagian Timur, Maluku.

Sarmuji menyebut pasokan sagu tersedia, tetapi penguatan skala industri dan pemenuhan kualifikasi khusus untuk kebutuhan pengeboran masih diperlukan. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA