Pada perdagangan Selasa, 3 November 2026, harga emas spot turun 0,88 persen menjadi 3.912,05 per ons troi. Penurunan juga terjadi pada kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember 2026 yang terkoreksi 1,25 persen ke posisi 3.920,05 Dolar AS per ons troi.
Sebelumnya, harga emas juga mengalami tekanan sepanjang Oktober dengan penurunan mencapai 6,8 persen. Bahkan, dalam periode tersebut, harganya sempat merosot di bawah 4.000 Dolar AS per ons troi, mencerminkan tingginya gejolak di pasar emas global.
Laporan Goldman Sachs menyebutkan, pasar berjangka emas mencatat aksi jual bersih senilai 195 miliar Dolar AS sejak 22 September. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 150 ton emas. Penjualan terutama dilakukan oleh pemegang emas berskala besar yang membutuhkan likuiditas.
Goldman Sachs memperkirakan tekanan jual masih berpotensi membawa harga emas menguji level 3.850 Dolar AS per ons troi. Meski demikian, bank investasi tersebut tetap mempertahankan proyeksi harga emas mencapai 5.400 Dolar AS per ons troi pada akhir 2027.
Tekanan tidak hanya dialami emas. Harga perak spot anjlok 2,92 persen, sedangkan paladium turun 2,47 persen dan platinum melemah 0,90 persen.
BERITA TERKAIT: