Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Indeks Inklusi Keuangan Syariah Baru 13,24 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Senin, 02 November 2026, 06:00 WIB
Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo dan Presiden Direktur Sunlife Syariah, Agung Prambudi dalam peluncuran Sunlife Syariah di Jakarta, Minggu, 1 November 2026.(Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 13,24 persen, jauh di bawah indeks literasinya yang sebesar 43,07 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang bagi industri asuransi syariah untuk memperluas akses perlindungan kepada masyarakat.

Presiden Direktur Sunlife Syariah, Agung Prambudi mengatakan, potensi pasar asuransi syariah masih besar, seiring pertumbuhan industri dan luasnya populasi muslim di Indonesia.

“Jadi menurut kami ini sangat-sangat luas, punya potensi yang cukup besar sekali untuk industri syariah,” kata Agung dalam peluncuran Sunlife Syariah di Jakarta, Minggu, 1 November 2026.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerimaan kontribusi industri asuransi syariah mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026. Sementara itu, aset industri tumbuh 7,09 persen secara tahunan menjadi Rp50,90 triliun per Juni 2026.

Di tengah peluang tersebut, Sunlife Indonesia memilih memisahkan unit usaha syariahnya melalui mekanisme spin-off untuk membentuk Sunlife Syariah sebagai entitas mandiri. 

Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga agar perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan perlindungan berbasis syariah.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo mengatakan, pasar asuransi syariah masih sangat potensial, terutama karena kontribusinya terhadap total portofolio industri asuransi masih di bawah 10 persen.

“Jadi kita melihat potensinya masih sangat besar,” kata Albertus.

Menurutnya, produk asuransi syariah juga memiliki peluang menjangkau masyarakat di luar kalangan muslim karena mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan tolong-menolong.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Sunlife Syariah membidik generasi muda produktif, termasuk generasi sandwich yang harus menyeimbangkan kebutuhan finansial orang tua, anak, dan dirinya sendiri.

Perusahaan juga mengandalkan kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional, serta kanal agensi yang didukung hampir 500 tenaga pemasar berlisensi syariah.

Albertus berharap kemandirian perusahaan dapat memperluas akses perlindungan sekaligus meningkatkan inklusi asuransi syariah di Indonesia.

“Kita mengharapkan kita bisa ikut memberikan kontribusi, meningkatkan inklusi asuransi Syariah Indonesia,” tandas Albertus.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA