Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo mengatakan, strategi tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis PT Sun Life Financial Syariah Indonesia (Sunlife Syariah) setelah resmi berdiri sebagai entitas mandiri.
"Segmen yang kita mau tuju adalah
sandwich generation. Jadi sebenarnya itu kalangan muda, segmen muda yang produktif, tapi punya beban yang cukup berat ya, atas dan bawah," kata Albertus dalam peluncuran Sunlife Syariah di Jakarta, Minggu, 1 November 2026.
Menurutnya, generasi sandwich menghadapi kebutuhan finansial berlapis, mulai dari membantu orang tua secara ekonomi hingga memenuhi kebutuhan dan mempersiapkan masa depan anak.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan menyiapkan beragam produk perlindungan, mulai dari asuransi kesehatan, pendidikan, jiwa, perencanaan warisan, hingga persiapan hari tua.
"Jadi seluruh spektrum daripada kebutuhan nasabah di
sandwich generation ini kita akan siapkan," kata Albertus.
Presiden Direktur Sunlife Syariah, Agung Prambudi menambahkan, perusahaan juga ingin memperluas akses asuransi kesehatan agar tidak hanya menyasar segmen masyarakat berpenghasilan tinggi, tetapi juga kalangan menengah dan bawah.
Menurut Agung, pengendalian inflasi medis dan peningkatan efisiensi ekosistem kesehatan menjadi perhatian penting dalam pengembangan produk tersebut. Efisiensi diharapkan dapat membantu mengendalikan klaim sehingga premi asuransi kesehatan lebih terjangkau.
"Kita juga ingin sama dengan industri dan teman-teman lain yang juga masuk ke segmen menengah dan ke bawah, yang termasuk guru-guru pabrik gitu ya, itu harusnya juga bisa dikover oleh asuransi," ujar Agung.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, Sunlife Syariah mengandalkan kemitraan dengan tiga bank syariah, yakni Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional. Perusahaan juga didukung 487 tenaga pemasar syariah tersertifikasi dan 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah.
Melalui pengembangan produk dan perluasan kanal distribusi tersebut, perusahaan menargetkan lebih banyak keluarga Indonesia dapat mengakses perlindungan keuangan sesuai kebutuhan mereka.
BERITA TERKAIT: