Harga emas di pasar spot ditutup anjlok 3,47 persen menjadi 3.881,84 Dolar AS per ons troi. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember terkoreksi lebih dalam, yakni 3,63 persen ke level 3.884,90 Dolar AS per ons troi.
Tekanan jual juga meluas ke logam mulia lainnya. Harga perak merosot 5,79 persen menjadi 49,14 Dolar AS per ons, sekaligus menembus level 50 Dolar AS untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.
Paladium turun 2,55 persen menjadi 980,35 Dolar AS per ons, sedangkan platinum melemah 3,59 persen ke posisi 1.434,65 Dolar AS per ons.
Pelemahan tajam tersebut terjadi di tengah aksi jual saham teknologi global yang dipicu kekhawatiran terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) yang dinilai belum sebanding dengan potensi keuntungan. Koreksi di pasar saham turut memicu tekanan pada aset lindung nilai, termasuk emas.
Sepanjang 2026, harga emas telah terkoreksi sekitar 30 persen dari rekor tertingginya di 5.595 Dolar AS per ons troi yang tercapai pada Januari lalu. Selain gejolak pasar saham, tekanan terhadap emas juga dipengaruhi ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama serta permintaan yang relatif lemah di kawasan Asia.
Di tengah koreksi tersebut, pembelian emas oleh bank sentral berpotensi menjadi penopang pasar. Sejumlah analis memperkirakan aktivitas pembelian bank sentral cenderung meningkat ketika harga emas turun di bawah 4.000 Dolar AS per ons troi.
BERITA TERKAIT: