Konferensi PBB ini diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) bersama pemerintah Thailand.
Beberapa pejabat tampak mendampingi Waka BRIN, seperti Dubes RI untuk Thailand Hari Prabowo dan Direktur Eksekutif Indonesian National Space Agency (INASA) Prof. Erna Sri Adiningsih.
Konferensi Tingkat Menteri ini dihadiri oleh 62 negara peserta dan 15 organisasi internasional sebagai observer.
Berbicara pada sesi 2 dan sesi 3, Prof. Amarulla Octavian menyampaikan komitmen dan kepentingan nasional dalam pemanfaatan teknologi antariksa, penginderaan jauh, serta data geospasial untuk mendukung pembangunan keberlanjutan sekaligus mitigasi risiko bencana.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga sangat berkepentingan untuk memperkuat kerja sama kawasan untuk mengamati dan menganalisa setiap perubahan yang terjadi di atas permukaan lautan, utamanya Samudera Pasifik,” ucap Prof. Octavian.
Mantan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) itu juga menyampaikan kemajuan Indonesia dalam implementasi Asia-Pacific of Action Plan on Space Applications for Sustainable Development pada tahap II (2022-2026).
Di sela konferensi, Delegasi RI melaksanakan Kunjungan Kehormatan kepada Sekretaris Eksekutif UN ESCAP Prof. Armida Salsiah Alisjahbana.
Hasil dari konferensi adalah Deklarasi Bangkok memuat Action Plan tahap III (2026-2030) sebagai peta jalan kebijakan guna menempatkan teknologi antariksa sebagai penggerak ekonomi di masa mendatang.
BERITA TERKAIT: