BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 27 Oktober 2026, 21:16 WIB
BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka
Kepala BRIN Arif Satria (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan 19 kandidat obat herbal agar dapat mencapai status fitofarmaka. 

Hal itu disampaikan Kepala BRIN Arif Satria usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam, 27 Oktober 2026.

Arif mengatakan, pengembangan obat herbal memiliki potensi besar untuk mendukung ketersediaan obat di dalam negeri. 

BRIN disebut berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong hasil riset obat herbal agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

“Saat ini, BRIN memiliki 19 kandidat obat herbal yang diarahkan untuk dapat mencapai status fitofarmaka,” ungkap Kepala BRIN.

Arif menjelaskan, sejumlah kandidat obat herbal yang dikembangkan BRIN masih berada pada tahap Obat Herbal Terstandar (OHT). 

Untuk mencapai status fitofarmaka, kandidat tersebut harus melalui berbagai tahapan pengujian, termasuk uji klinis, guna mendukung pembuktian khasiat dan keamanannya.

“Beberapa obat yang dikembangkan BRIN masih berada pada tahap Obat Herbal Terstandar (OHT). Selanjutnya, kita ingin mendorong obat-obat tersebut agar dapat mencapai status fitofarmaka,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung tahapan pengembangan dan pengujian sehingga kandidat obat herbal dapat memenuhi persyaratan untuk mencapai status fitofarmaka.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA