Kementerian Perindustrian menekankan hal agar Toyota dapat melangkah lebih jauh mengembangkan kendaraan listrik.
“Sekarang sudah ada hybrid, sudah berjalan. Tapi kita minta Toyota supaya juga melangkah lebih jauh ke kendaraan listrik penuh atau full electric,” kata Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji usai audiensi dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Selasa, 27 Oktober 2026
Menurutnya, Indonesia memiliki modal untuk memperkuat pengembangan kendaraan listrik karena pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap pembangunan ekosistem baterai. Toyota sendiri telah memiliki pabrik baterai untuk kendaraan hybrid yang produknya diekspor ke negara lain.
“Tapi kita minta bukan hanya hybrid, melainkan juga melangkah ke kendaraan listrik berbasis baterai penuh,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Nandi Julyanto, mengatakan perusahaan telah memiliki kendaraan BEV yang diproduksi di Indonesia. Toyota juga menyiapkan sejumlah model kendaraan listrik berbasis baterai untuk pengembangan ke depan.
“Mengenai BEV, kami sekarang sudah punya yang diproduksi di Indonesia. Kami juga sudah menyiapkan model-model BEV untuk ke depannya yang bisa cocok dengan Indonesia,” ujar Nandi.
Sarmuji berharap pengembangan kendaraan listrik oleh Toyota dapat memperkuat industri otomotif nasional sekaligus mendorong peningkatan produksi dan perluasan lapangan kerja.
BERITA TERKAIT: