Kesepakatan tersebut dijajaki dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 melalui stan binaan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, dalam rangkaian Campuspreneur Award 2026.
Bienature Farm memperkenalkan empat produk berbasis ubi jalar, yaitu
purple sweet potatoes (ubi jalar ungu),
honey sweet potatoes (ubi madu atau cilembu),
purple yam powder (tepung ubi ungu), dan
sweet potato powder (tepung ubi madu).
Selain memperluas pilihan bagi buyer, pengembangan produk tepung membuka peluang pemanfaatan ubi jalar sebagai bahan baku industri makanan.
CEO PT Bienature Farm, Ilham Indanu Sitepu, mengatakan bahwa usaha yang dikembangkannya menghubungkan petani dengan pasar melalui pengadaan hasil pertanian, penanganan pascapanen, pengolahan, hingga pemasaran. Kemitraan dengan petani menjadi kunci menjaga ketersediaan dan konsistensi pasokan.
“Target kami bukan sekadar memperoleh kesepakatan bisnis, tetapi membangun usaha pertanian yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan memberikan dampak ekonomi bagi petani mitra,” ungkap Ilham yang juga alumnus IPB University dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.
Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, Bienature Farm akan menyusun rencana bisnis bersama buyer Oman, mulai dari spesifikasi produk, kapasitas pasokan, harga, hingga mekanisme pengiriman, termasuk jadwal pasokan dan tahapan realisasi transaksi.
Ia juga berencana meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi melalui penguatan kemitraan dengan petani, perbaikan proses pascapanen, dan pengembangan produk olahan.
“Untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, standardisasi mutu, kualitas pengemasan, dan persyaratan ekspor sesuai negara tujuan juga kami perkuat,” imbuhnya.
Dalam pengembangannya, Bienature Farm memperoleh dukungan program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Techno Park (PRIME STeP) IPB University untuk memperkuat usaha dan memperluas jejaring bisnis, sehingga peluang ekspor dapat berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi petani mitra.
BERITA TERKAIT: