Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perseroan tengah mencermati berbagai opsi strategis di tengah dinamika pasar modal, termasuk perpanjangan periode buyback dengan tetap memperhatikan batas pembelian kembali saham yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Okki dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, 21 Oktober 2026.
Program buyback tersebut sebelumnya telah diumumkan melalui keterbukaan informasi pada Juli 2026.
BNI menegaskan pelaksanaannya dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kepentingan pemegang saham, dan kecukupan modal untuk menopang pertumbuhan bisnis.
Keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis ditopang kinerja keuangan hingga Agustus 2026. Total aset BNI tercatt mencapai Rp1.434,1 triliun, tumbuh 24,8 persen secara tahunan (yoy).
Penyaluran kredit meningkat 27,1 persen YoY menjadi Rp977,2 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 29,4 persen YoY menjadi Rp1.124,7 triliun.
Dari sisi profitabilitas, BNI mencatat pendapatan bunga bersih Rp28,9 triliun atau tumbuh 14,3 persen YoY. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp14,33 triliun, meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BNI menilai kinerja tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk menjaga kapasitas pertumbuhan dengan tetap memperhatikan kebutuhan ekspansi bisnis dan kecukupan permodalan.
Perseroan juga melihat prospek ekonomi domestik masih mendukung pertumbuhan bisnis. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara tahunan pada semester I 2026, sedangkan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy.
"BNI senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis perseroan. Dengan fundamental perseroan yang tetap kuat serta didukung kondisi makroekonomi yang kondusif, kami optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan bisnis dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," kata Okki.
BNI menegaskan akan terus mencermati perkembangan pasar dengan mengedepankan tata kelola perusahaan, disiplin bisnis, pertumbuhan yang sehat, serta kepentingan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

BERITA TERKAIT: