Meski sempat pulih pada paruh kedua perdagangan, mayoritas indeks utama Eropa tetap ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, waktu setempat.
Indeks Stoxx 600 yang mencakup saham-saham Eropa turun 0,14 persen. FTSE 100 Inggris juga terkoreksi 0,29 persen, CAC 40 Prancis turun 0,38 persen, dan DAX Jerman melemah tipis 0,06 persen. Di tengah tekanan tersebut, indeks SMI Swiss justru menguat 0,76 persen setelah bangkit pada paruh kedua perdagangan.
Tekanan di pasar muncul di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya kerusuhan sipil di Prancis dan Italia serta ketegangan di Timur Tengah. Investor juga mencermati kenaikan harga minyak yang berpotensi menambah tekanan inflasi. Di Jerman, data yang menunjukkan percepatan tajam inflasi harga produsen turut membebani sentimen pasar.
Tekanan terhadap saham Eropa sempat berkurang ketika imbal hasil obligasi turun tipis dan harga minyak memangkas kenaikan awal. Minyak mentah Brent sempat menyentuh 111,99 Dolar AS per barel sebelum turun ke 105,95 Dolar AS, lalu kembali bergerak di kisaran 107 Dolar AS per barel.
Di Inggris, sejumlah saham mengalami tekanan meski beberapa perusahaan mencatatkan kinerja positif. Bunzl turun hampir 3 persen meskipun pendapatan kuartal ketiganya meningkat dan perusahaan mempertahankan proyeksi tahunan. Diploma melemah sekitar 4 persen, sedangkan IG Group Holdings turun hampir 3 persen. Sebaliknya, saham perusahaan properti Barratt Redrow melonjak hampir 4 persen.
Pergerakan saham di Jerman dan Prancis juga bervariasi. Di Jerman, Qiagen naik hampir 4 persen dan E.ON menguat sekitar 2,9 persen, sedangkan sejumlah saham seperti Siemens Energy dan Deutsche Bank ditutup melemah. Di Prancis, Sanofi melonjak 3,7 persen dan Accor naik hampir 3 persen, tetapi Schneider Electric dan Legrand masing-masing turun 3,3 persen dan 3 persen.
BERITA TERKAIT: