Di sisi lain, pengawasan kualitas konstruksi dan kesiapan pengelola menjadi faktor penting agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nabire, Anton Pekei mengatakan, pembangunan enam KNMP di wilayahnya diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan.
“Dengan adanya KNMP kami menargetkan biaya operasional nelayan turun hingga 15 persen dan pendapatan bersih naik hingga 20 persen," kata Anton, dikutip Rabu 21 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut merupakan target yang disampaikan pemerintah daerah, bukan bukti bahwa penurunan biaya operasional dan peningkatan pendapatan sudah terealisasi di Sima maupun Wabu.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Letkol Aliyanto dari Satgas KNMP menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.
Catatan hasil inspeksi, termasuk yang berkaitan dengan material dan metode pengerjaan, perlu ditindaklanjuti agar hasil akhir sesuai dengan perencanaan.
Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi persyaratan teknis.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, penyedia harus melakukan perbaikan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan pekerjaan yang berlaku.
Pengawasan tersebut penting karena pembangunan di wilayah pesisir dapat menghadapi tantangan berupa keterbatasan peralatan, distribusi material, dan kondisi cuaca.
Percepatan pekerjaan perlu mempertimbangkan kendala lapangan tanpa mengurangi kualitas konstruksi maupun mengabaikan standar keselamatan.
Setelah konstruksi selesai, tahapan berikutnya yang direncanakan untuk KNMP Sima-Wabu mencakup dukungan kapal perikanan, mesin, dan alat tangkap.
BERITA TERKAIT: