Sudah Tepat Wacana Pengelolaan Pelabuhan Milik BUMN ke Pelindo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 20 Oktober 2026, 13:57 WIB
Sudah Tepat Wacana Pengelolaan Pelabuhan Milik BUMN ke Pelindo
Ilustrasi: Terminal khusus batu bara milik PTBA. (Foto: Dokumentasi PTBA)
Kecil Besar
rmol news logo Munculnya wacana Pelindo untuk mengelola seluruh pelabuhan milik BUMN menuai dukungan dari banyak kalangan.

Salah satunya datang dari praktisi kepelabuhanan Bambang Sabekti saat menanggapi beredarnya wacana yang sedang digodok di BPI Danantara mengenai pelabuhan-pelabuhan BUMN, dalam hal ini milik PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina hingga PT Bukit Asam (MIND ID).

“Menurut saya, rencana Pelindo mengelola pelabuhan milik BUMN lain cukup tepat dan sejalan dengan program streamlining Danantara. Jadi, perampingan BUMN bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga menata pengelolaan bisnis agar lebih efisien dan tidak tumpang tindih,” kata Bambang melalui pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Lanjut dia, Pelindo memiliki kompetensi di bidang kepelabuhanan, sehingga wajar jika pengelolaan pelabuhan BUMN diintegrasikan dengan Pelindo. BUMN pemilik pelabuhan bisa lebih fokus pada bisnis intinya. 

“Pelindo juga dapat mengoptimalkan pengelolaan aset dan operasional. Bagi Pelindo sendiri, ini juga membuka peluang memperluas bisnis dan pendapatan, termasuk dari jasa pemanduan dan penundaan kapal,” jelasnya.

Masih kata Bambang, yang terpenting integrasi ini harus memberikan hasil nyata, bukan sekadar memindahkan pengelolaan. 

“Harus ada peningkatan efisiensi, produktivitas pelabuhan, dan kualitas pelayanan. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing industri nasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia menyebut wacana ini juga mampu memperkuat sistem logistik nasional dalam rangka turut mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

“Ini sejalan dengan Perpres Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional, yang menargetkan biaya logistik turun dari 14,29 persen terhadap PDB pada 2022 menjadi 12,5 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045,” pungkas Bambang. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA