Prospek positif ini didukung oleh tingginya minat masyarakat yang konsisten memandang emas sebagai instrumen penyimpan nilai yang kuat.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman, menyatakan bahwa ketertarikan publik tersebut terus menstimulasi permintaan pembiayaan, terutama dari segmen masyarakat yang mengincar likuiditas tinggi.
"Hal itu seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai salah satu instrumen penyimpan nilai," ungkap Agusman di Jakarta, dikutip Senin 12 Oktober 2026.
Menanggapi fluktuasi harga emas, yang sempat mencatatkan puncak di atas Rp 3 juta per gram pada awal tahun sebelum melemah jelang akhir tahun, OJK mengingatkan para pelaku usaha untuk merespons pasar secara taktis. Perusahaan multifinance didorong agar aktif mengembangkan produk yang selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama dengan mitra strategis.
Kendati demikian, OJK tetap menegaskan pentingnya penerapan prinsip kehati-hati?n secara ketat dalam menyalurkan pembiayaan. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga stabilitas industri di tengah volatilitas harga komoditas.
Berdasarkan data OJK, total piutang pembiayaan multifinance per Agustus 2026 tercatat menyentuh angka Rp 514,08 triliun.
Capaian ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 1,68 persen, yang utamanya ditopang oleh ekspansi pembiayaan modal kerja sebesar 5,4 persen YoY.
Peningkatan piutang tersebut sekaligus mencerminkan ekspansi kredit sektor pembiayaan yang terkelola secara cermat di tengah fluktuasi pasar.
BERITA TERKAIT: