PSL dan TPS Dukung Keamanan Ekosistem Pelabuhan Lewat Langkah Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 29 September 2026, 05:28 WIB
PSL dan TPS Dukung Keamanan Ekosistem Pelabuhan Lewat Langkah Ini
Layanan pemindai peti kemas (container scanner) di Terminal Petikemas Surabaya. (Foto: Dokumentasi PSL)
Kecil Besar
rmol news logo PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), sebagai bagian dari entitas Pelindo Group, memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan keamanan, transparansi, serta integritas ekosistem kepelabuhanan melalui penyediaan dan pengoperasian layanan pemindai peti kemas (container scanner) di Terminal Petikemas Surabaya. 

Pemanfaatan teknologi pemindaian kontainer ini dirancang untuk mewujudkan proses pemeriksaan kepabeanan yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien, sekaligus menjaga keamanan dan  kelancaran arus logistik nasional.  

?Melalui penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, PT PSL menyediakan dua unit container scanner beserta sistem pendukungnya yang ditempatkan di Terminal Petikemas Surabaya untuk jalur impor dan jalur ekspor. Selain penyediaan fisik alat, kolaborasi ini juga mencakup integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta penyediaan petugas pendukung untuk memastikan keandalan operasional dan keamanan layanan. 

Kehadiran fasilitas ini secara langsung mendukung pelaksanaan pemeriksaan kontainer oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memperkuat pengawasan terhadap arus barang impor maupun ekspor di kawasan pelabuhan.  

?Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menyampaikan bahwa implementasi teknologi pemindai peti kemas ini merupakan wujud nyata sinergi antar-entitas Pelindo Group dalam memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan, transparansi, dan akuntabilitas proses pemeriksaan.
  
?“Melalui kerja sama dengan TPS, kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindai yang terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik. Penerapan teknologi ini sejalan dengan arah transformasi Pelindo di bawah pengarahan Danatara dalam memperkuat digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, serta kualitas pelayanan,” ujar Faruq dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

“Bagi kami, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan layanan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para Pemangku Kepentingan,” sambungnya.  
?
Sementara itu, Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas container scanner merupakan bentuk dukungan TPS terhadap pelaksanaan tugas negara di bidang pengawasan kepabeanan, sekaligus memastikan arus logistik tetap berjalan lancar, aman, dan efisien.

“Sebagai operator terminal petikemas yang berada di kawasan pabean, TPS memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kepabeanan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kehadiran dua unit container scanner ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan fasilitas yang mendukung pengawasan yang lebih efektif, akurat, dan transparan, tanpa mengurangi kelancaran proses logistik di Pelabuhan," jelasn Ali. 

"Melalui sinergi dengan PSL, kami berharap layanan ini dapat meningkatkan keamanan rantai pasok, memperkuat kepercayaan para pengguna jasa, serta mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan yang modern, berintegritas, dan berdaya saing global,” tambahnya.
?
Penyediaan dua alat pemindai peti kemas di TPS ini menambah deretan fasilitas pendukung pelabuhan modern yang dioperasikan PSL di berbagai pelabuhan strategis seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan. Melalui kolaborasi ini, PSL dan TPS terus berkomitmen memperkuat pengawasan di pelabuhan serta mendorong efisiensi rantai pasok nasional demi kemajuan ekonomi Indonesia. 

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (sebelumnya PT Pelindo Solusi Logistik) atau PSL merupakan salah satu anak usaha BUMN Kepelabuhanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang dibentuk pasca integrasi Pelindo pada 1 Oktober 2021. 

PSL menjalankan mandat sebagai pengelola port supporting facilities yang berfokus pada pengembangan area pendukung pelabuhan dan terminal, pengelolaan port access, pengelolaan properti, serta pengembangan marina. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kepelabuhanan nasional, meningkatkan volume kargo, mendukung peningkatan pariwisata maritim yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

TPS adalah penyedia layanan jasa dalam mata rantai logistik, khususnya petikemas ekspor/impor di Indonesia. Sebagai salah satu anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang merupakan Subholding dalam PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Grup, TPS merupakan terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code) yang mulai diterapkan sejak bulan Juli 2004. Pada Tanggal 1 Oktober 2021, Pelindo I, II, III dan IV bergabung menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya menyederhanakan dan mempermudah layanan. Langkah lanjut integrasi Pelindo adalah melakukan standarisasi layanan serta melakukan berbagai inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan untuk terus maju dan berkembang menyelaraskan diri dengan kemajuan dan perubahan. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA