"Sangat, sangat menyesal. Semoga dengan kejadian ini jadi ya titik balik saya," ucap Rifat Umar kepada wartawan di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (4/10).
Selain menyesal, Rifat pun mengaku berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menangkapnya. Menurutnya, dengan kejadian yang ia alami merupakan suatu penyelamatan yang dilakukan polisi karena telah menyelamatkan dirinya dari kecanduan narkotika.
"Saya merasa berterimakasih banyak sama pihak kepolisian karena mungkin kalau enggak ada bapak-bapak (penyidik) yang sangat perhatian dengan saya, ini (mungkin) akan terus berlanjut gitu penyalahgunaan narkotika ini," jelasnya.
Rifat menambahkan, dia telah mengkonsumsi ganja sejak satu tahun terakhir. Awalnya coba-coba, namun ganja kata Rifat membuatnya bisa menambahkan inspirasi untuk menunjang pekerjaan saat ini sebagai konten kreator.
"Jujur saya boleh bilang saya baru setahun pakai narkoba jenis ganja, awalnya coba-coba, awalnya karena saya kan enggak (bekerja) bergerak di bidang entertainment. Saya bekerja di salah satu perusahaan gamming, jadi konten kreator ya mungkin butuh banyak inspirasi makanya saya menggunakan narkotika jenis ganja ini," ungkapnya.
Diketahui, Rifat ditangkap bersama tersangka Rizki Ramadhan alias RR yang merupakan pengedar narkotika jenis ganja dan bersama kekasihnya, Tessa Nur Aliyah saat berada di dalam kamar kostnya di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (2/10) dini hari.