Namun demikian, prosesi peresmian ini mengalami sedikit gangguan yang muncul dari barisan atas kursi tribun taman tersebut. Barisan ini diisi oleh sekelompok orang yang mayoritas mengenakan seragam kotak-kotak, yang pada Pilkada 2017 lalu digunakan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat untuk berkampanye.
Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi bahwa revitalisasi Taman Lapangan Banteng merupakan warisan dari Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama. Mereka tidak rela taman tersebut diresmikan dan diklaim sebagai buah karya pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
“Terima kasih Basuki-Djarot atas karya revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH) Lapangan Banteng,†salah satu isi tulisan di spanduk tersebut.
Gangguan dari para Ahoker, sapaan akrab pendukung Ahok, dimulai saat Anies memulai sambutan. Dalam sebuah video yang viral, Ahokers menyoraki Anies saat dia baru memulai memberi sambutan.
“Yang merancang dan menyiapkan grand design dari nol, alhamdulillah semua proses ini sudah berjalan dengan baik,†kata Anies.
“Siapa yang bilang? Siapa yang bilang? Ahok yang rancang,†timpal Ahoker dengan nada suara seperti seorang ibu-ibu.
Dalam pantauan
Kantor Berita Politik RMOL, selama prosesi peresmian itu, Ahokers tidak henti-hentinya meneriakan nama Ahok, yang kini mendekam di Mako Brimob setelah menjadi narapidana penistaan agama.
“Hidup Ahok, hidup Djarot, Ahok-Djarot!†seru mereka dengan kompak.
Sementara itu, Anies berharap agar Taman Lapangan Banteng bisa menjadi ikon utama Jakarta dan bisa dinikmati seluruh warga DKI.
“Ini adalah salah satu lapangan paling bersejarah,†jelas Anies.
[ian]
BERITA TERKAIT: