Djan Faridz dalam seminar itu menyatakan, PPP kini menjadi satu-satunya tumpuan umat Islam sebagai entitas remi perwakilan politiknya. Karena PPP yang secara formil dan materil masih menggunakan Islam sebagai azas tunggal kepartaian.
"Inilah kontrak politik antara PPP dan umat Islam yang tak pernah terputus." katanya.
[nes]