Jangan Mau Kita Diadu Domba

SBY Ke Jokowi

Selasa, 22 Maret 2016, 09:00 WIB
Jangan Mau Kita Diadu Domba
Jokowi dan susilo bambang yudhoyono
rmol news logo SBY merasa ada pihak yang membentur-benturkan Tour de Java yang dilakukannya dengan sidak Presiden Jokowi ke proyek Hambalang yang terbengkalai. Ketua Umum Partai Demokrat ini tak mau hal ini merusak hubungan keduanya. SBY pun meminta Jokowi tak terpengaruh dengan adu domba seperti ini.
 
Ajakan ini disampaikan SBY lewat akun twitter pribadinya, @SBYudhoyono, petang kemarin. Ada sembilan cuitan yang dibuatnya. "Sejumlah pihak tak senang dengan 'SBY Tour de Java'. Bahkan, katanya, safari tersebut dihancurkan Presiden Jokowi yang datang ke Hambalang," tulis SBY dalam cuitan pertamanya.

Memang, setelah Presiden Jokowi sidak ke Hambalang, Jumat pekan lalu, langsung muncul meme di media sosial dengan menggunakan foto SBY dalam posisi menyamping dan kedua telapak tangannya menutupi mulut. Di bagian kiri foto dipasang tulisan "Sidang ke Hambalang Sedetik Hancurkan Tour de Java Sebulan". Meme ini langsung menyebar luas dan dikomentari kanan-kiri. Kunjungan Jokowi itu dianggap sebagai balasan atas kritikan SBY saat Tour de Java.

SBY yakin, kunjungan Jokowi ke Hambalang tidak ada kaitannya dengan Tour de Java yang dilakukannya. Karenanya, dia tidak percaya dengan anggapan bahwa sidak itu sengaja didesain untuk menghancurkan kegiatannya keliling Pulau Jawa selama 13 hari.

"Jika ada yang bilang Pak Jokowi hancurkan Tour de Java SBY, saya tak percaya. Mengapa saya bertemu kader dan rakyat mau dihancurkan? Aspirasi rakyat yang muncul dalam Tour de Java bukan untuk dihancurkan, justru harus didengar. Bukankah pemimpin mesti mendengar?" tulis SBY dalam cuitan berikutnya.

SBY memastikan, Tour de Java yang dilakukan Demokrat bertujuan baik. Kegiatan itu juga tidak melanggar hukum apapun. Langkahnya keliling dan mendengar suara kader adalah hak dan kedaulatan Demokrat. Karenanya, dia heran ada pihak yang kebakaran jenggot dan membenturkan kegiatannya dengan sidak Jokowi.

Mengenai terhentinya proyek Hambalang, SBY punya jawaban logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Saat masih memerintah, sebenarnya SBY, melalui Roy Suryo yang saat itu menjabat Menpora, juga mau melanjutkan proyek itu. "Tetapi anggaran 'ditahan' DPR dan KPK tak izinkan," jelas SBY.

Jika saat ini Jokowi ingin lanjutkan proyek Hambalang, SBY senang dan akan mendukung penuh. Saat dirinya masih menjabat dulu, juga menuntaskan banyak proyek yang belum selesai oleh pemerintahan sebelumnya. Salah satunya pembangunan Jembatan Suramadu.

Untuk itu, SBY menyatakan agar Jokowi tidak terpengaruh dengan sikap-sikap yang mau mengadu domba dengan dirinya. "Pak Jokowi, teruslah emban amanah dan bekerja hingga tahun 2019. Jangan mau kita diprovokasi dan diadu domba. Semoga sukses," tandasnya.

Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan ikut bersuara. Kata dia, Tour de Java murni kerja partai politik. Tak pernah terbesit kegiatan tersebut dilakukan untuk menganggu pemerintah. Demokrat justru mendukung pemerintahan Jokowi sampai tuntas. "Yang bagus untuk rakyat kami dukung, yang tak bagus dikritik agar diselesaikan," jelasnya.

Mengenai mandeknya proyek Hambalang, Hinca menyebut sebagai kecelakaan sejarah. Yang harus dicatat adalah, proses hukum kasus tersebut berjalan terus. KPK menjadikannya barang bukti penyidikan dan keperluan penegakan hukum. Waktu itu SBY memberi ruang seluasnya kepada KPK untuk menuntaskan pekerjaannya secara profesional demi tegaknya hukum. "Itulah faktanya," imbuhnya.

Istana sudah memastikan bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Hambalang bukan untuk membalas kritikan SBY. Kunjungan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari untuk melihat kondisi Hambalang yang mangkrak.

"Jangan dikait-kaitkan apa yang dilakukan Presiden ke Hambalang sebagai bagian dari mengomentari kritik SBY. Sama sekali tidak ada tujuan itu," ujar Jubir Presiden Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Kata Johan, kunjungan itu merupakan merupakan bagian dari fokus Jokowi dalam pembangunan infrastruktur. "Beberapa waktu lalu kan juga tidak hanya mengunjungi bangunan di Hambalang, tetapi juga jalan tol dan lain-lain. Jadi, ini tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan Pak SBY," terangnya.

Soal kritik SBY terhadap pemerintah, Johan memastikan Presiden Jokowi terbuka dengan kritik dan masukan dari pihak mana pun. "Jadi, sah-sah saja memberikan masukan, apalagi dari sebuah partai besar bernama Demokrat," tandasnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA