"Bapak Mahludin, Camat Tebet, dan Bapak Nurdin, Kapolsek Tebet, ikut memukul dan mendorong saya," kata Aldo seperti disiarkan LBH Jakarta di akun twitter, @LBH_Jakarta.
Aldo mengalami luka-luka di bagian kepala, kacamata yang dikenakan lensanya pecah di sisi kiri. Aldo dipukul dan hendak ditangkap saat ingin mengajak dialog damai dengan perwakilan Pemprov DKI.
Kejadian bermula pada pukul 06.32, dimana puluhan aparat gabungan Satpol PP dan Polsek Tebet AKP Nurdin didampingi Camat Tebet Mahludin datang ke Bukit Duri untuk melakukan penggusuran.
Warga menolak digusur. Diskusi antara warga dengan Satpol PP, Polsek, dan Camat yang bersikukuh ingin menggusur warga berlangsung alot. Warga membela diri dengan menyatakan bahwa masih ada audiensi dengan DPRD dan gugatan PTUN.
Selang 15 menit kemudian, Aldo mencoba memediasi diskusi dan membela posisi warga.
"Saya ingatkan bahwa Polisi, Satpol PP, dan Camat harus menghargai proses hukum. Tidak terima dengan pernyataan tersebut saya langsung dikeroyok oleh 5 orang aparat Satpol PP dan Polri," kata Aldo.
"Saya ditarik jauh dari lokasi diskusi dan diancam akan ditangkap jika bicara," demikian Aldo.
[dem]
BERITA TERKAIT: