Dosen Di Medan Tanpa Kaki Dan Tangan, Tetap Jadi Teladan

Jumat, 04 Desember 2015, 01:38 WIB
Dosen Di Medan Tanpa Kaki Dan Tangan, Tetap Jadi Teladan
Ahmad Fauri/meb
rmol news logo Keterbatasan fisik ternyata tidak menjadi halangan bagi Penulis sekaligus Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Ahmad Fauri. Meski menjadi penyandang disabilitas, dirinya tetap semangat untuk terus belajar.

Dia berharap, dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember setiap tahunnya ini, pemerintah dapat memperhatikan dan memberikan hak kesamaan dengan manusia normal lainnya, serta dapat memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan kaum difabel. Karena, menurutnya, kaum difabel juga dapat memberikan yang terbaik layaknya manusia normal.

"Walau saya memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, tetapi saya tidak merasa minder untuk berbaur bersama masyarakat. Yang penting masyarakat tetap memperhatikan para penyandang disabilitas ini," ujarnya seperti dikutip dari MedanBagus.Com, Kamis (3/12).

Dia mengisahkan, usai menyelesaikan pendidikan S2 nya di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 2010 silam. Kini ia menjadi dosen lepas yang cukup disegani di salah satu kampus negeri ternama di Kota Medan sejak tahun 2011. Bahkan, Fauri juga akan melanjutkan studinya untuk mengambil gelar Doktor.

"Publik kan tahu, bahwa saya di Sumut ini mencari karir itu sendiri dan sudah menuntut ilmu. Kiranya memang ada perhatian InsyaAllah ada jalan dan ada tangan-tangan Tuhan yang mulia di muka bumi ini yang peduli kepada masyarakat terutama kaum difabel seperti saya yang sedang menuntut ilmu," ujarnya.

Fauri juga berharap, dirinya dapat diterima sebagai dosen tetap di kampus tersebut, karena itu ia tak pernah pantang menyerah dalam menimba ilmu untuk kejenjang S3.

"Saya ingin mengembangkan karir disini seperti guru-guru besar lainnya, meskipun tidak mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Ya, biaya sendirilah," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswi UIN Sumut Tuti Alawiyah menuturkan, meski tidak memiliki tangan dan kaki, Ahmad Fauri tidak kalah dengan dosen normal lainnya.

"Dia adalah dosen yang dikenal disiplin dan tegas saat mendidik mahasiswanya. Banyak mahasiswa yang kagum melihat kegigihannya dan bahkan menjadi motivasi bagi kita agar dapat lebih bersungguh-sungguh lagi dalam menuntut ilmu," ungkap Tuti.

Dikatakannya, di ruang kelas, para mahasiswa sangat menghormatinya. Namun, diluar kelas, para mahasiswa menganggapnya sebagai kakak (abang).

"Ya, kami menganggapnya seperti abang dan dia menganggap kami adik. Seperti itulah kalau diluar ruangan kelas," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah UIN Sumut mengatakan, dirinya kagum dengan semangat Ahmad Fauri selama ini. Meski penyandang disabilitas, Fauri mampu memberikan motivasi kepada para mahasiswa.

"Yang menarik dan luar biasa dari dosen kita ini, ketika mengajar dia tidak seperti orang yang kekurangan ya, ilmunya juga luar biasa. Kita tahu dia lulus SI disini dan S2 di UGM. Intinya fisik tidak membatasi beliau untuk menuntut ilmu," katanya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA