Tjipta mengatakan, yang benar dirinya menyampaikan mungkin saja JK mundur jika Jokowi tidak memecat Rizal Ramli (RR). Kesimpulan ini disampaikan Tjipta sebagai analisanya selaku pengamat, bukan karena mendengar ancaman tersebut diucapkan langsung oleh JK atau dari pihak lain yang mendengarnya.
"Hari Sabtu (22/8) lalu saya diundang diskusi polemik Sindo Radio, dikerubuti sekitar 30-an wartawan. Saya ditanya, ada kabar Pak JK menekan RR. Saya jawab memang sejak RR masuk JK gerah. Bisa saja JK minta Jokowi tegur RR, dan mungkin saja JK akan mundur kalau Jokowi tidak mencopot RR. Begitu yang saya katakan," kata Tjipta dalam talkshow di
Inews TV, Senin (24/8) malam.
Tjipta mengatakan analisanya 'mungkin JK mundur' bukan tanpa maksud. Hal itu didasarkan pada reaksi JK menyikapi kritikan yang dilontarkan RR.
"RR lempar pernyataan pembelian 35 Airbus A350 dihentikan, JK langsung beraksi itu baru LoL (letter of content). Terkait pembangkit listrik 35 ribu megawatt juga JK spontan sebut RR belajar dulu dan jangan ngomong asal. Kok cepat begitu (JK bereaksi). Seribu persen saya percaya ada something, ada apa-apanya," paparnya. Â
Analisa itu juga didasarkan atas adanya tarik ulur pada saat reshuffle dilakukan. Tjipta mengatakan dirinya punya informasi bahwa RR sudah dipanggil Presiden Jokowi dan diplot jadi Menko Perekonomian atau Menteri Keuangan. Tetapi karena ada pihak yang resisten, RR kemudian ditempatkan di posisi Menko Maritim. Meski tidak menyebut nama, pihak yang resisten yang dimaksud Tjipta tidak lain dan tidak bukan merujuk pada nama JK.
"Jadi saya katakan mungkin saja JK akan mundur kalau Jokowi tidak mencopot RR adalah analisa saya sebagai pengamat," tukas Tjipta yang mengaku berteman dekat dengan RR 13 tahun lamanya.
[dem]
BERITA TERKAIT: