JK: Reshuffle Kabinet untuk Memperbaiki Kinerja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 13 Agustus 2015, 06:04 WIB
rmol news logo Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pertimbangan utama dilakukannya kocok ulang kabinet adalah untuk memperbaiki kinerja.

"‎Memang ada faktor lainnya (eksternal), tapi dalam hal ini lebih kepada bagaimana kita bisa memperbaiki kinerja,"‎ kata JK dalam talkshow Mata Najwa yang disiarkan Metro TV, Rabu (12/8) malam.

Bagaimana pun, katanya, untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada saat ini diperlukan perombakan kabinet. Meski demikian JK belum mau berbicara terlalu jauh mengenai kinerja menteri-menteri yang baru tersebut.‎ Yang pasti, tantangan yang dihadapi menteri baru di masing-masing posnya tidaklah gampang.
br>"Ini dapat dibuktikan setelah beberapa bulan yang akan datang. Tantangan-tantangan yang ada tidak mudah," imbuhnya.

‎Menteri baru hasil reshuffle dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, kemarin siang (Rabu, 12/8). Mereka yang dilantik adalah, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebelum mengangkat mereka, terlebih dahulu dibacakan keputusan Presiden memberhentikan dengan hormat, Tedjo Edhy Purdijatno dari Menko Polhukam, Sofyan Djalil dari Menko Perekonomian, Indroyono Soesilo dari Menko Kemaritiman, Andrinof Chaniago dari Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Gobel dari Menteri Perdagangan, dan Andi Widjajanto dari Sekretaris Kabinet.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA