Kasus Pelecehan Seksual Guru JIS Rekayasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 06 Agustus 2015, 22:18 WIB
rmol news logo Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua guru Jakarta Intercultural School (JIS), Neil Bantleman dan Ferdinan Tjon dinilai ada rekayasa.

+Harusnya, bukti medis yang dijadikan dasar Pengadilan Singapura bisa menjadi bahan pertimbangan hakim di Indonesia. Karena pemeriksaan medis di Singapura jauh lebih detil dan melibatkan banyak dokter ahli," katanya di Jakarta, Kamis (5/8).

Sementara pengamat hukum Universitas Brawijaya, Fachrizal Afandi mengatakan pengadilan harus berani melakukan terobosan untuk menyelamatkan hukum serta memastikan bahwa kebenaran dan keadilan harus diberikan kepada yang berhak.

Menurut dia, dalam kasus JIS materi yang dipersoalkan di Singapura dan Indonesia itu sama yakni tindak kekerasan seksual dengan obyek sama termasuk bukti atau fakta medisnya. Jadi, jangan mengabaikan fakta-fakta medis untuk ungkap kebenaran.

"Hakim harus berani melakukan terobosan, jangan sampai orang bersalah dihukum oleh perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan," jelas dia.

Untuk diketahui, pada tanggal 16 Juli 2015 Pengadilan Singapura telah menvonis DR, ibu AL bersalah dan harus membayar ganti rugi senilai USD 230 ribu atau sebesar Rp 2,3 miliar kepada Neil Bantleman, Ferdinan Tjong dan JIS.

DR dinyatakan bersalah karena mencemarkan nama baik ketiga pihak tersebut lantaran tuduhan terhadap Neil dan Ferdi telah melakukan tindak kekerasan seksual kepada anaknya AL, tidak terbukti.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap AL di RS KK Women's and Children's Hospital, tidak ditemukan adanya luka atau indikasi tertular penyakit seksual menular di lubang pelepas AL.

Pemeriksaan AL dilakukan melalui proses anuscopi lengkap yang dilakukan oleh tim dokter ahli bedah, ahli anastesi dan ahli psikologi. Alhasil, sangat akurat karena melalui pembiusan total sehingga lubang pelepas dapat diteliti secara cermat.

Diduga tuduhan pelaku sodomi terhadap Neil dan Ferdi hanyalah tuduhan rekayasa untuk memperkuat permintaan ganti rugi sebesar USD 125 Juta oleh salah satu ibu pelapor.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA