Selain mengibarkan bendera, kelompok relawan pendukung Jokowi ini juga bermaksud menambah spanduk ucapan selamat datang untuk Presiden Jokowi.
Tetapi, upaya mereka dihentikan oleh aparat TNI dari Korem 052 Wijayakrama.
"Ada puluhan spanduk yang sudah terpasang dua hari sebelumnya. Dan itu tak masalah. Tetapi ketika ingin mengibarkan bendera (Pospera) dipersoalkan. Mungkin kami dikira demonstran anti Jokowi," ujar Ketua Pospera DPD Banten Ahmad Yuslizar.
"Padahal justru kami ingin menyatakan dukungan," sambung pria yang kerap disapa Bang Yos ini.
Menurut Bang Yos, miskomunikasi itu sebetulnya bisa dielakkan. Tapi sayang, pihak Korem yang dipimpin langsung oleh Danrem 052 Wijayakrama tidak memberi ruang dialog.
Dia menyayangkan karena tak sedikit anggota masyarakat yang menyaksikan aksi pencopotan dan pembuangan spanduk bergambar Jokowi itu.
"Kalau mau dicopot harusnya diangkat dan dibawa, jangan dibuang ke jalanan. Kan, masyarakat banyak melihat," masih ujar Bang Yos.
Bang Yos juga mengatakan, anggota masyarakat yang menyaksikan pencopotan spanduk bergambar Jokowi itu pun merasa heran mengapa spanduk bergambar Jokowi dicampakkan.
"Mereka merasa aneh juga, karena mereka berfoto di situ. Ada ratusan spanduk di sana, tapi yang memasang foto Jokowi hanya dari Pospera," demikian Bang Yos.
[dem]
BERITA TERKAIT: