Pencopotan spanduk bergambar Presiden Jokowi itu dinilai sama dengan merendahkan kewibawaan Panglima Tertinggi TNI itu. Apalagi setelah dicopot spanduk bergambar Presiden Jokowi itu dilemparkan ke jalan seperti sampah.
Ketua Dewan Pembina  DPD Pospera Banten, Mohamad Sofyan menyatakan, pemasangan spanduk Pospera adalah hal yang wajar. Karena di lokasi juga terpasang spanduk selamat datang dari berbagai perusahaan BUMN.
"Pospera satu-satunya ormas yang memasang spanduk tersebut. Jadi sepertinya ada kecurigaan bahwa Pospera ingin macam-macam. Padahal Pospera sebagai ormas relawan Jokowi tidak mungkin berbuat yang aneh-aneh," kata Sofyan dalam keterangan yang diterima redaksi.
Menurut Sofyan, seandainya aparat keamanan yang dikomandoi Zamroni mengumpulkan data intelejen yang benar. Kesalahan seperti itu bisa dihindari.
"Saya yakin ini kesalahpahaman, Bapak Zamroni mungkin bekerja di bawah tekanan jadi melakukan blunder dengan menurunkan spanduk Pospera yang jelas-jelas pendukung Jokowi," ujarnya lagi.
Masih kata Sofyan, pihaknya memiliki bukti peristiwa pencopotan dan penurunan spanduk tersebut. Pospera berharap Zamroni bisa memberikan klarifikasi kenapa spanduk bergambarkan Jokowi itu diturunkan.
"Klarifikasi itu sebaiknya diberikan ke Istana, kita sudah memaafkan lah. Pospera juga sudah melaporkan hal ini ke Istana. Meski kader-kader Pospera Tangsel kecewa atas aksi tersebut," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: