Selain meningkatkan spiritualitas keagamaan, acara tersebut diadakan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan kekompakan antar anggota Komisi VII DPR.
Anggota Komisi VII DPR, Joko Purwanto mengatakan, kegiatan berbuka puasa bersama seluruh anggota Komisi VII DPR dengan anak yatim piatu bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan kekompakan antar anggota.
Selain meningkatkan spiritualitas keagamaan, kegiatan tersebut juga dijadikan momen penyamaan visi agar Komisi Energi DPR lebih bertaji dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.
Utamanya, kata dia, menjadikan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, seperti diamanatkan UUD 1945.
"Kegiatan santunan bertujuan untuk mengingatkan semua anggota, segala upaya dan perjuangan yang dilakukan di DPR merupakan usaha menyelesaikan persoalan kebangsaan dan kenegaraan, salah satunya terkait dengan pengentasan kemikiskinan dan upaya menciptakan keadilan sosial," ujar Joko disela kegiatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi VII DPR Kardaya, Wakil Ketua Tamsil Linrung dan sejumlah anggota komisi dari berbagai fraksi. Diantaranya, Dewi Yasin Limpo (Fraksi Hanura), Ramson Siagian (Fraksi Gerindra), Kurtubi (Fraksi Nasdem), dan Nazaruddin Kiemas (Fraksi PDIP).
Melanjutkan keterangannya, Joko mengatakan, Komisi VII bertanggung jawab besar dalam mendorong ketahanan dan kedaulatan energi, serta efisiensi pengelolaan tambang dan pengembangan energi terbarukan. Untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota komisi.
"Silaturahmi antar anggota dan seluruh keluarga besar Komisi VII DPR harus dibina dari waktu ke waktu. Salah satunya, melalui buka puasa bersama, tarawih bersama, dan santunan anak yatim, seperti yang diadakan pada malam hari ini. Mudah-mudahan dengan keberkahan bulan suci Ramadhan dan doa anak-anak yatim, seluruh anggota Komisi VII DPR beserta keluarga punya kekuatan lahir bathin untuk mendorong kemandirian dan kedaulatan energi," tutur dia.
Joko menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya. Menurutnya, masing-masing anggota berpartisipasi dalam pengumpulan dana hingga pelaksanaan kegiatan.Â
"Dalam acara ini tidak ada mitra yang kami undang atau mintai bantuan. Semua dilaksanakan secara swadaya dan melibatkan seluruh instrumen komisi. Office Boy (OB) yang selalu 'ribet' dalam menyiapkan kegiatan kami pun diikut sertakan," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: