"Kami mengutuk keras tindakan premanisme pihak kepolisian daerah Sumatera Utara terhadap masa aksi IMM. Kenapa aksi yang semulanya berjalan damai berakhir dengan korban yang mengerikan," ujar Ketua LMND Jami Kuna kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (7/6).
Aksi yang digelar di Jalan Balaikota Medan Sabtu kemarin (6/6), para aktivis IMM menuntut dua hal; cabut mandat Jokowi sebagai presiden dan mendesak Kapolri mengusut anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap rekan mereka saat melakukan aksi di Jakarta. Dalam aksi tersebut tiga aktivis IMM terkena bakar. Immawan Muhammad Riswan Aswadi mengalami luka bakar paling parah, sementara Aulia Asmul Fauzi dan Sapta Lestari mengalami luka bakar di wajah dan kaki.
"Ini jelas akibat ketidakmampuan aparat menertibkan aksi," tekan Jami.
Dia menyayangkan korps Bhayangkara masih saja menghadapi aksi mahasiswa dengan kekerasan dan intimidasi.
"Ini negara hukum, jika ada yang melanggarnya silakan serakan pada hukum. Bukan sebaliknya, karena mengaku polisi lalu berbuat sesuka hati," kata Jami.
Jami setuju dan mendukung desakan agar Kapolda Sumatera Utara Irjen Eko Hadi Sutedjo dan Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto dicopotkarena terbukti lalai menjalankan tugas sebagai pelindung warga masyarakat.
[dem]
BERITA TERKAIT: