Salah satu warga, Asep Sulaiman (47), mengatakan, aksi itu dilakukan, agar Ahok mengetahui, bahwa masyarakat Pinangsia menolak direlokasi dari bantaran kali.
"Kita jaga mobilnya, kalau lewat sini. Dari sana (arah Pluit), lansung dicegat saja," ujarnya disela-sela aksi blokade tersebut, beberapa saat lalu.
Seperti dilaporkan
RMOL Jakarta, para warga masih berdiri di persimpangan Jalan Kunir sambil memperhatikan satu-persatu mobil yang melintasi jalur tersebut.
Mereka berdiri lokasi itu, karena menurut sepengetahuan warga, DKI-1 ini kerap melintasi jalan tersebut, ketika hendak ke Balaikota.
Di sisi lain, aparat kepolisian setempat terpantau telah terjun ke lokasi untuk melobi, agar menghentikan aksinya. Tetapi, warga ngotot tetap menggelar aksi seraya berteriak. "Cegat Ahok." tegasnya.
[rus]