Begitu kata Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy saat ditemui di Komplek Senayan, Jakarta (Kamis, 12/2).
"Sebagai sebuah konflik sosial, kasus ini merupakan sebuah warning buat aparat, ada potensi konflik baru antara Sunni dan Syiah. Jenis konflik ini sebenarnya telah muncul di Indonesia sebelumnya, seperti yang pernah terjadi di Sampang dan Jember," ujarnya.
Untuk itu, Kepolisian harus segera memproses secara hukum penyerangan tersebut. Politisi PKS ini khawatir, kejadian itu jadi preseden buruk bagi kerukunan dan keamanan di Indonesia. (Baca:
Ustadz Arifin Ilham Minta Penyerbu Kampung Adz-Zikra Ditindak Tegas)
"Potensi konflik yang seperti ini harus diantisipasi dengan baik oleh aparat. Jangan sampai konflik serupa timbul di daerah yang lain," tegasnya.
Lebih lanjut, Aboe Bakar menyoroti jumlah imigran Syiah yang masuk ke Indonesia. Kata dia, sudah ada sebanyak enam ribu lebih pengikut Syiah yang ada di Indonesia.
"Sudah mencapai enam ribu orang lebih seperti di Balikpapan, Medan dan Riau. Semuanya memiliki potensi konflik yang sama. Ini harus diantisipasi dengan baik oleh aparat keamanan," tandasnya.
[rus]