Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik yang pengajar mata kuliah humas politik di Departemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 6/2).
Sebagai partai pengusung utama Jokowi, lanjut Ari, PDIP jelas dirugikan karena ulah trio macan itu. Dan justru bukan PDIP yang menikmati buah kemenangan Jokowi tetapi individu-individu di trio macan.
"Andi, Rini dan Luhut bisa masuk ke lingkaran Istana bukan karena rekomendasi dari PDIP tetapi justru malah mengerdilkan PDIP," ungkap Ari, yang juga dosen Pascasarjana UI, Universitas Diponegoro serta Univercidade Timor Leste.
Sayangnya, sambung Ari, publik awam yang tidak mengerti konstelasi politik di Istana, hanya tahu Jokowi menjadi boneka PDIP. Padahal sebenarnya Jokowi lebih mendengar bisikan trio macan.
Sejarah mencatat, masih kata Ari, hampir di setiap era kepresidenan di Indonesia keberadaan tim pembisik dan berpengaruh seperti trio macan tersebut malah merontokkan presiden. Soeharto pernah punya tim ahli yang beranggotakan Soejono Humardani dan Ali Murtopo, Gus Dur pernah percaya betul dengan tukang pijatnya Suwondo, dan kini Jokowi mengulang sejarah dengan percaya betul dengan trio macan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: