LAPORAN DARI EKUADOR

Indonesia Bawa Delapan Resolusi dalam Sidang APPF

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 12 Januari 2015, 08:41 WIB
Indonesia Bawa Delapan Resolusi dalam Sidang APPF
karding-fadli-nurhayati
rmol news logo . Selama ini keikutsertaan Indonesia dalam Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) sangat aktif. Dalam setiap pertemuan itu Indonesia pun selalu mengusulkan sejumlah Resolusi yang biasa diterima oleh negara-negara anggota lain.

"Dalam sidang tahunan ke-23 APPF ini, Indonesia mengusulkan dan memperjuangkan delapan resolusi," kata Ketua Delegasi Parlemen Indonesia, Fadli Zon, sebelum mengikuti Executive Committee Meeting di Quito Ekuador, Minggu waktu setempat (11/1).

Ke delapan resolusi tersebut, jelas Fadli, pertama adalah mendukung perdamaian Timur Tengah yang diantaranya juga mendukung pembentukan negara Palestina yang berdaulat, serta mengajak negara-negara anggota APPF untuk terus menolak pendudukan Israel di Palestina karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional.

Kedua, mengajak negara-negara APPF untuk terus mempromosikan dialog dan jalan damai dalam menyelesaikan masalah-masalah di kawasan, terutama dalam menyelesaikan masalah klaim teritori di Laut Tiongkok Selatan. Ketiga, menyerukan kepada negara-negara anggota APPF untuk memberikan perlindungan bagi pekerja migran.

Keempat, mengajak negara-negara anggota APPF untuk membentuk jaringan parlemen anti-korupsi dan meningkatkan kerja sama yang bertujuan untuk memfasilitasi instrument bilateral dan multilateral. Kelima, mengajak negara-negara anggota APPF untuk meningkatkan kerja sama parlemen dan kerja sama internasional dalam memberantas perdagangan manusia dan obat-obatan terlarang.

Keenam, menyerukan kepada negara-negara anggota APPF untuk membentuk UU yang melindungi warga negara, terutama anak-anak di bawah umur, dari kejahatan cyber. Ketujuh, membuat cetak biru konektifitas ekonomi yang diadopsi dalam pertemuan ke-22 APEC di Beijing Tingkok.

"Kedelapan, mengajak negara-negara anggota APPF untuk meningkatkan kerja sama dalam perlindungan benda-benda purbakala. Heritage hasil karya peradabaan dari pendahulu harus kita jaga. Kita perlu proteksi dalam hal ini," demikian Fadli.

Dalam pertemuan APPF ke-23 ini, Fadli didampingi Nurhayati Ali Assegaf (Fraksi Demokrat), Teguh Juwarno (Fraksi PAN), Abdul Kadir Karding (Fraksi PKB), Wiryanti Sukamdani (Fraksi PDIP), Indro Hananto (Fraksi Golkar), Rachel Maryam (Fraksi Gerindra), dan Arief Suditomo (Fraksi Hanura). [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA